Upaya peningkatan mutu kualitas Sumber Daya Manusia
yang cerdas, terampil, berakhlak mulia dan mampu hidup bersaing adalah tuntutan
dari perkembangan zaman pada saat ini. Dampak dari perkembangan zaman yang belakangan dikenal era globalisasi ini, membawa pola pikir bangsa seakan berkiblat kepada modernisasi teknologi dan kekuatan logika masing-masing, sehingga hampir segala aktifitas dan pola nalar hanya mengandalkan kekuatan teknologi dan logikanya itu. Padahal sadar maupun tak sadar, ada kekuatan yang lebih dahsyat dari itu, yaitu kekuatan dari sang pencipta jagat dan segala isinya. Dari pengaruh informasi globalisasi itu terjadilah pergeseran nilai-nilai luhur yang sudah susah payah diperjuangkan oleh para leluhur bangsa.
Oleh karena itu upaya peningkatan SDM ini harus diprogramkan secara terstruktur, berkesinambungan dan di evaluasi secara berkala. Hal ini menjadi semakin penting karena perubahan-perubahan akibat perkembangan ilmu pegetahuan dan teknologi (Iptek) serta komunkasi menjadi semakin tidak kentara.
Pengaruh asing yang tidak mathuk dengan kepribadian bangsa dijadikan trendy.
Kondisi bangsa yang seakan sudah kehilangan kepribadian inilah seyogyanya dijadikan pemikiran yang lebih serius oleh semua pihak.Inilah tantangan bagi kita bangsa Indonesia, bagaimana kita mengembalikan kepribadian asli bangsa Indonesia yang sudah tercabik-cabik oleh modernisasi. Dimana sikap dan prilaku bangsa yang terkenal ramah, sopan, toleran, tepo sliro, gotong royong, jujur dll. itu? Sekarang ini, kita sering disuguhi sikap arogan, kekerasan dimana-mana.
Oleh karena itu upaya peningkatan SDM ini harus diprogramkan secara terstruktur, berkesinambungan dan di evaluasi secara berkala. Hal ini menjadi semakin penting karena perubahan-perubahan akibat perkembangan ilmu pegetahuan dan teknologi (Iptek) serta komunkasi menjadi semakin tidak kentara.
Pengaruh asing yang tidak mathuk dengan kepribadian bangsa dijadikan trendy.
Kondisi bangsa yang seakan sudah kehilangan kepribadian inilah seyogyanya dijadikan pemikiran yang lebih serius oleh semua pihak.Inilah tantangan bagi kita bangsa Indonesia, bagaimana kita mengembalikan kepribadian asli bangsa Indonesia yang sudah tercabik-cabik oleh modernisasi. Dimana sikap dan prilaku bangsa yang terkenal ramah, sopan, toleran, tepo sliro, gotong royong, jujur dll. itu? Sekarang ini, kita sering disuguhi sikap arogan, kekerasan dimana-mana.
Benarkah ini semua hasil dari pendidikan?
Salah satu bagian yang penting dalam upaya tersebut adalah sekolah sebagai fungsi pendidikan berkewajban untuk mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan kepribadian bangsa yang bermartabat, khususnya generasi muda sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional. Kompetensi penyelenggaraan pendidikan yang mengacu pada kompetensi siswa yang diarahkan pada kompetensi multiple intelegensi yang dibarengi karakter bangsa yang berpancasila sangatlah diharapkan. Oleh karena itu Upaya pengembangan Potensi Diri Siswa sangatlah diperlukan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, dunia pendidikan diharapkan mampu :
Salah satu bagian yang penting dalam upaya tersebut adalah sekolah sebagai fungsi pendidikan berkewajban untuk mengembangkan kemampuan serta membentuk watak dan kepribadian bangsa yang bermartabat, khususnya generasi muda sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan nasional. Kompetensi penyelenggaraan pendidikan yang mengacu pada kompetensi siswa yang diarahkan pada kompetensi multiple intelegensi yang dibarengi karakter bangsa yang berpancasila sangatlah diharapkan. Oleh karena itu Upaya pengembangan Potensi Diri Siswa sangatlah diperlukan dalam mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, dunia pendidikan diharapkan mampu :
1. Mengembangkan seluruh potensi peserta disik secara maksimal, baik potensi akademik maupun non akademik.
2. Menyiapakan warga negara menuju
masyarakat belajar yang cerdas dan memahami nilai-nilai Pancasila dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
3. Menemukan dan memunculkan
potensi-potensi yang ada pada diri peserta didik sehingga timbul kecakapan hdup (life
skiill) yang bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat.
4. Memberikan kemampuan minimal untuk
melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan hidup bermasyarakat
5. Menumbuhkan daya tangkal pada diri peserta didik
terhadap pengaruh negatif yang datang baik dari luar, dalam lingkungan
sekolah, maupun pengaruh asing yang tidak cocok dengan nilai-nilai Pancasila.
6. Meningkatkan kemampuan peserta didik sebagai
anggota masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal balik dengan lingkungan
sosial, budaya dan alam sekitar.
7. Meningkatan apresiasi dan penghayatan
seni.
8. Menumbuhkan sikap berbangsa dan
bernegara dengan berdasarkan Pancasila.
9. Meningkatkan kesegaran jasmani dan daya
kreasi peserta didik untuk memantapkan keseimbangan antara pertumbuhan jasmani dan
rohani.
Demikian uraian singkat untuk bahan renungan demi kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih bermartabat.
Demikian uraian singkat untuk bahan renungan demi kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih bermartabat.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus