Tampilkan postingan dengan label Foto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Foto. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Juni 2020

Memotivasi siswa agar gigih mengejar Cita-cita

Siswa Juara

Gambar : Siswa Juara


Oeh : A. Faesholi, S.Pd. SDN 2 Campoan, Mlandingan, Situbondo.

Kondisi dunia pendidikan saat ini memang dituntut untuk dapat mengikuti dan tidak ketinggalan dengan perkembangan dunia yang begitu cepat dan dinamis. Dengan teknologi yang tidak henti-hentinya menampilkan temuan-tenuan baru, juga sistem komunikasi yang serba internet (daring) jelas akan mengubah konsep pendidikan kita. Guru, yang dulunya sebagai subyek dan pusat pembelajaran berubah menjadi fasilitator. Oleh karena itu, seorang guru harus mempunyai kemampuan untuk memotivasi siswa agar semangat dalam belajar.
Tentu tidaklah mudah untuk dipraktekkan. Karena setiap siswa memiliki karakter dan sikap yang berbeda-beda. Hal inilah ilmu pedagogik bagi guru sangatlah penting, sebagai ilmu untuk menguasai setrategi dan gaya pembelajaran di kelas. Apalagi untuk siswa Sekolah Dasar, sangat dibutuhkan strategi yang tepat agar mereka senang belajar dan gigih untuk mengejar cita-cita.
Setiap siswa perlu 'dipancing' untuk dapat mengungkapkan cita-citanya. Dengan terbayang pada cita-cita, mereka secara insrinsik dan ekstrinsik akan terdorong semangat belajarnya.(Dimyati & Mujiono, 2004;89).
Hal-hal yang perlu diterapkan untuk siswa selalu termotivasi dalam belajarnya adalah sebagai berikut ;

1. Metode belajar yang bervariatif.

Yang sering terjadi di kelas, Guru memperkenalkan materi di depan siswa dengan berceramah dan memberi latihan-latihan soal. Siswa yang terlalu sering berhadapan dengan situasi yang itu-itu saja akan mengalami kebosanan yang berdampak acuh-tak acuh pada belajarnya. Untuk menghindari itu, siswa sesekali diajak diskusi kalau perlu berdebat tentang materi yang dipelajari kemudian secara bergantian mempresentasikan karya mereka.

2. Belajar di luar kelas.

Suasana di luar kelas akan mengubah suasana bathin siswa. Mereka akan bebas berimajinasi dan berkreasi baik dengan tulisan maupun lukisan. Tentu saja guru harus mendampingi dan mengontrol kegiatan siswa agar tidak dipakai kesempatan untuk bermain-main bebas.

3. Ciptakan suasana menyenangkan dan kondusif.

Setiap orang tentunya selalu ingin berada dalam situasi yang menyenangkan. Begitu juga siswa, perlu bagi mereka dihadapkan pada situasi yang menyenangkan. Sesekali diberikan sesuatu yang menantang, misalnya bermain tebak-tebakan, teka-teki, dll. 
Namun siswa diarahkan untuk saling menghargai antar mereka agar tidak berebut benarnya sendiri.

4. Menikmati Proses Pembelajaran.

Guru sebagai fasilitator juga harus bisa menempatkan diri untuk terlibat dalam proses pembelajaran. Membantu siswa yang mengalami kesulitan, memberi petunjuk dalam proses pembelajaran pada siswa. Sehingga para siswa merasa diperhatiakan dan tidak takut pada masalah.

5. Berikan reward.

Suasana kompetitif dalam kelas antar siswa terkadang perlu dibangkitkan. Guru sebagai 'juri', menciptakan lomba atau sayembara kecil-kecilan pada siswa. bagi mereka yang menjadi pemenang diberikan reward atau hadiah, walaupun sederhana tapi terkesan. Reward tidak harus berupa materi. Misalnya : Baigi siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat , cukup diberi pujian dan tepuk tangan.

6. Pahami minat siswa.

Minat dan bakat siswa mungkin tidak sama. Itu harus dipahami oleh guru. Minat dan bakat mereka biasanya sedikit sudah tampak ketika duduk dibangku sekolah dasar. Guru memberikan kesempatan atau menyediakan sarana dan prasarananya untuk memenuhi keinginan mereka. Dengan demikian siswa akan semakin bersemangat belajar.

7. Mantapkan manfaat dan tujuan bersekolah.

Sekolah adalah tempat untuk belajar dan mengembangkan potensi siswa. Bersekolah sangatlah penting untuk bekal dimasa yang akan datang. Tanpa sekolah, mereka tidak akan dapat meraih cita-citanya. Guru bisa bercerita tentang apa yang terjadi pada oang yang tidak sekolah dan orang-orang yang sudah berhasil menyelesaikan sekolahnya. Di sekolah banyak pelajaran dan pengalaman yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, siswa harus selalu didorong untuk mencintai dan bangga pada sekolah.

Hal-hal diatas mudah-mudahan dapat dilakukan oleh para guru sehingga siswa rajin belajar dan gigih dalam menempuh cita-citanya. Aamiin.

Itulah kira-kira artikel sebagai tambahan, yang pada intinya guru adalah pribadi yang menyenangkan dan mengerti. mempercayai dan menghargai siswa-siswanya sehingga dapat terbentuk generasi bangsa yang hebat-hebat.

Tidak banyak guru yang hebat tetapi dari seorang guru banyak menciptakan siswa yang hebat.

Jumat, 07 Desember 2012

Jambore Ranting Mlandingan Situbondo Nop. 2012, SDN 1 Campoan



Persiapan menunggu kunjungan Wakil Bupati Situbondo Bp. Rahmad ke tenda peserta Jambore
 
Wakil Bupati Situbondo Bp. Rahmad sedang menyapa penggalang putri SDN 1 Campoan
 
 

Peserta putra masih bersiap-siap untuk menunggu kedatangan Wakil Bupati



Peserta Penggalang putri (gbr atas) dsan peserta penggalang putra (gbr bawah) sedang menerima materi kepramukaan di lapangan.  
 
*Semua Foto karya : A.Faesholi,S.Pd

Selasa, 13 November 2012

Murid-murid SDN 1 Campoan



Kepala Sekolahnya ( Abu Siri, S.Pd.). Itu..tu..yang  pakai kacamata___gambar paling kiri.










Jalan santai menelusuri alam sekitar SDN 1 Campoan sambil makan-makan bersama,




  Kalau mau download buku  klik di sini



 

kembali ke blog utama